Katakan cinta sebelum terlambat !
Pada suatu ketika, ada seorang diam-diam menaruh hati. Ia tak berterus-terang. Walau rasa cintanya menggebu-gebu di lubuk kalbu, ia malah menjadi “kura-kura dalam perahu”. Pura-pura tidak tahu.
Ia merahasiakan rasa cintanya. Ia menyembunyikannya di dalam hati, sampai jarak memisahkannya dengan sang idaman hati.
Kemudian setelah keduanya berpisah beberapa lama, barulah ia mengungkapkannya. Ia nyatakan rasa cintanya dengan terus-terang.
Apa tanggapan dari seseorang yang dicintainya ? Apakah ia menyambutnya dengan tangan terbuka? Pucuk dicinta ulam tiba?
Tidak! Mendengar pernyataan cinta tersebut, ia hanya berkata :
Kau berpaling muka kala bisa katakan cinta.
Kala kesempatan tiada, baru kau ungkapkan rasa.
Kau katakan kala ku tak lagi memerlukan.
Kenapa tak sedari dulu, saat masih terbuka kesempatan.
Jadi, pernyataan cinta seorang tersebut itu sudah terlambat. Ia bagaikan ketinggalan kereta. Keretanya sudah pergi jauh, beranjak ke stasiun lain, entah di mana. Sungguh pahit dirasa.
Pernahkah Anda alami pengalaman sepahit itu? Kalau sudah pernah, introspeksilah! Jangan sampai jatuh di lubang yang sama. Bila belum pernah mengalaminya, antisipasilah! Jangan sampai terjerembab di lubang yang menganga di depan mata.
Andai masih ragu ‘tuk nyatakan cinta, tanya kenapa! Kenapa hendak sembunyikan cinta di waktu yang tak tepat? Kenapa baru akan mengungkapkannya ketika sudah terlambat? Lebih baik, kalau memang cinta, katakan cinta !
Kesalahan
Tiket kereta api ternyata memang ludes mulai tanggal 23-25 desember 2009 untuk semua jurusan. Alhasil jadi pulang naik bus pahala kencana nih, lama sekali ngga pulang naik bus.
Sekarang semuanya mulai sedikit berubah "i know what you feel" . Jika tidak katakanlah tidak, jika iya katakanlah juga.
Udah ahh tulisanq mulai kacau sama dgn keadaanku sekarang, pengen cepet pulang, makan", jalan", cari oleh" n balik lagi ke Jakarta.
"i'm sorry"
Benci dan Cinta
Sederhana saja, ketika kita sedang marah atau bertengkar, kenapa kita harus berucap dengan keras. Padahal pasangan kita bisa mendengar tanpa kita harus melakukan hal tersebut. Karena, hati kita sebenarnya jauh dari pasangan kita. Coba kita lihat pasangan yang lagi jatuh cinta tak usah berkatapun sudah tahu apa isi hati kita, karena hati mereka begitu dekat.
Itulah sebenarnya hakikat dari dua perasaan yang timbul, benci versus cinta. Keduanya berasal dari dalam diri kita. Tapi terkadang kita menyalahkan orang lain atas perasaan benci yang membuncah di dada. Dari sini marilah kita coba untuk sedikit bisa mengendalikan diri dalam situasi yang sangat sulit sekalipun. Mudah-mudahan dengan pengendalian diri yang membudaya kita bisa mendapatkan kualitas kehidupan yang lebih baik.
source : http://remaja.suaramerdeka.com
Entah mengapa terbesit keinginan untuk memposting ini, mungkin terbawa suasana hati hari ini. Aku bingung dengan yang kurasakan saat ini, 11-12 lah. Ternyata di saat yang sama, seorang temanku pun merasakan hal ini juga, hanya dengan kata" bisa merubah keadaan begitu cepatnya. Hari ini juga, sore tadi ada kabar dari salah seorang kerabat, ada sedikit masalah pada keluarga besarku, berita itu membuat aku sedikit shock. Semoga kepada mas.Avi (adik kandung ayahku) diberi kemudahan dalam menjalani cobaan dari-Nya. Memang hidup tak selamanya berjalan seperti apa yang kita inginkan, akan tetapi percayalah bahwa yang terbaiklah yang diberikan oleh-Nya.
" waiting for you" :)
Friday not Free-day
About Javascript
Dialek ini kemudian diklaim oleh sebuah negeri jiran lalu dijual ke Amerika Serikat. Kemudian bahasa ini lalu oleh orang Amerika Serikat dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tidak dikenali oleh orang Jawa lagi.
Java tersebut dikenal juga sebagai Javascript, yang terdiri dari kata Jawa dan Script, yang merupakan sebuah kata random yang ditambahkan agar bahasa tersebut terdengar keinggris-inggrisan. Script sendiri berarti "Makanan kuda yang terbuat dari gabah kering " dalam bahasa Uganda.
Lambang dari Java adalah secangkir beras kencur yang ditambah 1/2 butir kuning telor dan sambel petis secukupnya, yang merupakan minuman khas para pengguna dialek Java yang asli. Lambang ini tetap dipakai ketika dialek Java diambil oleh Amerika, namun oleh Amerika minuman tersebut disebut sebagai Coffee, lagi-lagi supaya terdengar keinggris-inggrisan.

